Refleksi

Tepat pada tanggal enam Mei kemarin penulis genap berusia 26 Tahun. sebuah umur yang sudah menuju pada kedewasaan.. sepertti tahun-tahun yang lalu tahun-tahun kita ulang kembali untuk merefleksikan perjalanan hidup yang sepertinya tidak akan ada ujung ataupun batasnya. Tanpa kita sadari vahwa semakin bertambahnya umur bukan berarti akan bertambah jatah kita hidup di dunia. Tapi sebenarnya semakin bertambah umur adalah semakin mengurangi jatah kita hidup di alm dunia ini.

Refleksi diri oleh penulis adalah kegiatan megolah sebuah makanan yang kita dirasa lebih baik dan rasanya semakin enak dan lezat. Ibarat sayur tentunya jika kekurangan garam perlu kita tambahi garam secukupnya agar rasa sayur itu tidak hampa. Namun jika terlalu berlebihan perlu kita beri gula secukupnya. Pahit dan manisnya hidup adalah pelajaran yang paling berharga bagi penulis dibandingkan pelajaran dari buku-buku yang kita baca.

Senang, marah, sedih, benci adalah kejadian-kejadian yang akan selalu mengiringi dalam perjalanan hidup kita ini. Dari situlah kita akan selalu banyak mengambil hikmahnya. sesuatu yang sangat berharga bagi kita. Semakin banyak kita merefleksi diriĀ  akan smeakin banyak memahami akan diri kita. Siapa kita sebenarnya. Bukan hanya dengan refleksi semata, tetapi penulis mencoba untuk mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak mudah memang untuk melaksanakannya.

Kepada para pembaca mohon doanya selalu untuk saya supaya hari esko lebih baik dari hari-hari kemarin. Karena jatah hidup kita didunia ini semakin berkurang. Dan tahun ini akan diulang datang menemui kita.

No Comments Yet

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment