Tai Asu

Oleh: Rimba Alangka

Semua orang mungkin atau pasti akan menolak, kemudian akan membuangnya jauh-jauh jika ditubuhnya melekat kotoran yang bernama tai asu ( jawa ) atau kalau di indonesiakan berarti kotoran anjing. Bagi umat Islam yang mengikuti madzhab Syafii akan membersihkannya dengan mencucinya sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan menggunakan debu. Tai asu atau kotoran anjing lebih banyak dianggap menjijikan walaupun sebenarnya lepas dari itu semua bisa digunakan atau didaur ulang untuk diambil manfaatnya.

Dalam bahasa Arab Tai Asu diartikan sebagai sifat putus asa. Tai Asu memang menyakitkan jika sudah menempel didalam diri kita. Apalagi jika sudah membekas dan sulit untuk dihilangkan. Tai Asu menyebabkan manusia gagal dalam menjalani kehidupannya ataupun cita-citanya. Seringkali Tai Asu menyebabkan kehancuran bagi seseorang, lembaga, masyaratakat dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Karena tidak sabar dalam menghadapi cobaan seseorang nekad melakukan apapun. Tai Asu itu sudah kering menempel didalam dirinya. Continue reading

Refleksi

Tepat pada tanggal enam Mei kemarin penulis genap berusia 26 Tahun. sebuah umur yang sudah menuju pada kedewasaan.. sepertti tahun-tahun yang lalu tahun-tahun kita ulang kembali untuk merefleksikan perjalanan hidup yang sepertinya tidak akan ada ujung ataupun batasnya. Tanpa kita sadari vahwa semakin bertambahnya umur bukan berarti akan bertambah jatah kita hidup di dunia. Tapi sebenarnya semakin bertambah umur adalah semakin mengurangi jatah kita hidup di alm dunia ini.

Refleksi diri oleh penulis adalah kegiatan megolah sebuah makanan yang kita dirasa lebih baik dan rasanya semakin enak dan lezat. Ibarat sayur tentunya jika kekurangan garam perlu kita tambahi garam secukupnya agar rasa sayur itu tidak hampa. Namun jika terlalu berlebihan perlu kita beri gula secukupnya. Pahit dan manisnya hidup adalah pelajaran yang paling berharga bagi penulis dibandingkan pelajaran dari buku-buku yang kita baca.

Senang, marah, sedih, benci adalah kejadian-kejadian yang akan selalu mengiringi dalam perjalanan hidup kita ini. Dari situlah kita akan selalu banyak mengambil hikmahnya. sesuatu yang sangat berharga bagi kita. Semakin banyak kita merefleksi diri  akan smeakin banyak memahami akan diri kita. Siapa kita sebenarnya. Bukan hanya dengan refleksi semata, tetapi penulis mencoba untuk mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak mudah memang untuk melaksanakannya.

Kepada para pembaca mohon doanya selalu untuk saya supaya hari esko lebih baik dari hari-hari kemarin. Karena jatah hidup kita didunia ini semakin berkurang. Dan tahun ini akan diulang datang menemui kita. Continue reading

Selamat Datang

selamat datang kepada sahabat-sahabat sekalian, kawan-kawan,teman-teman dan semua yang telah datang kerumah maya saya ini. Rumah ini adalah tempat saya mengasah pena, tempat saya belajar  menulis sebelum akhirnya saya publikasikan kepada sahabat-sahabat sekalian. Banyak masyarakat yang menganggap  bahwa menulis  tidak ada artinya, atau tidak mendapatkan kontribusi yang konkrit. Namun siapa sangka jika dari menulis inilah diri kita pernah ada didunia ini. Saya masih ingat sebuah perkataan seorang sastrawan (Maaf saya lupa) mengatakan ¨Menulislah maka engkau ada¨. Dengan menulis maka eksistensi kita hidup didunia ini pernah ada. Menulis tentang apapun yang ada disekitar diri kita. Atau yang terdekat sekalipun. Bukankah Allah telah menganjurkan kepada kita untuk menulis, sebagaimana Dia telah mengajarkan kepada manusia dengan penanya. Dan apabila air laut diibaratkan sebagai tinta untuk menulis, maka tinta itupun tidak akan mampu untuk menulis semua ilmu Allah yang ada didunia ini. Jepang bangkit dari keterpurukan setelah Hirosima dan Nagasaki dibom dengan menghitung berapa jumlah guru yang mati. Kemudian dialnjutkan dengan menerjemahkan buku-buku dari barat hingga akhirnya duni harus mengakui Jepang dengan segala keunggulannya. Malaysia, Singapura adalah negara-negaran diwliyah Asia Tenggara yang menghargai terhadap kepenulisan. Bayangkan saja jika dikedua negara tersebut para penulis buku betul-betul mendapatkan tempat yang terhormat. Mereka merasa bahwa dengan membaca dan menulis dunia akan takluk. Indonesia…..he…he…masih sangat tertinggal jauh dengan negara -negara tetangga dalam menghargai hasil karya warganya sendiri. Bahkan sampai seorang Pramudya Anantatoer hingga akhir hayatnya seperti tidak dianggap sebagai orang yang bertalenta tinggi dalam hal kepenulisan. Seperti sebuah ucapan wujuduhu kaádamihi. Adanya dia seperti ketika dia tidak ada. Lalu bagaimana dengan kita. Menulis….menulis ya…apapun yang terjadi, apapun yang ada haruslah kita tulis walaupun tulisan itu tidak ada yang membacanya. Maka berbahagialah kepada orang-orang yang telah dianugerahi bisa menuliskan semua ide-ide kreatifnya. untuk semua selamat menulis. Salam kenal dari saya…….menulislah sampai tidak ada lagi yang harus ditulis….. Continue reading

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!